Pernah Ngalamin Ini?

  • Sudah posting rutin setiap hari
  • Sudah rajin bikin konten berkualitas
  • Sudah rajin riset hook jualan yang katanya "viral"

Tapi kok penjualan tetap naik-turun?

Bahkan kadang sepi banget sampai bikin jantungan ๐Ÿ˜….

Ada yang sering ngalamin seperti ini?

Terus muncul pertanyaan :

  • Apakah sebenernya bisnis itu wajib beriklan?
  • Atau sebenarnya bisa jalan tanpa iklan?

Nah, sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kita lurusin dulu beberapa mitos yang sering bikin salah langkah.

Mitos yang Banyak Dipercaya Pebisnis

Mitos 1: "Kalau produk bagus, orang bakal nyari sendiri"

Faktanya, produk sebagus apapun gak akan mudah ditemukan banyak orang kalau gak diiklankan.

Coba bayangin, ada jutaan bisnis online sekarang.

Produk kamu mungkin bagus banget, tapi kalau gak terlihat, ya sama aja bohong.

Memang sih bisa dari mulut ke mulut, tapi ya itu, lama.

Bahkan mungkin bisa sampai puluhan tahun baru terkenal.

Sementara kompetitor yang berani iklan?

Udah duluan ngerebut pasar.

Mitos 2: "Iklan cuma buat bisnis besar"

Dulu mungkin iya. Iklan TV, billboard, atau media cetak itu mahal banget.

Tapi faktanya, sekarang iklan bisa lebih mudah dengan harga murah.

Banyak platform yang sudah bisa beriklan dengan modal 100 ribuan:

  • Facebook/Instagram Ads mulai dari 50ribu
  • TikTok Ads bisa mulai dari 100ribu
  • Google Ads bisa disesuaikan budget harian

Bahkan ada yang berhasil closing puluhan juta cuma modal iklan ratusan ribu.

Jadi sebenernya yaa bisa2 aja dengan budget kecil tinggal di strategi dan eksekusinya.

Mitos 3: "Iklan itu bakar duit"

Nah ini yang sering bikin orang takut mulai.

Kalau iklan cuma bakar duit dan gak dapet apa-apa, ini yang bahaya.

Yang harus diingat: setiap iklan harus punya tujuan yang jelas.

Bukan sekadar awareness saja, tapi juga harus bisa menghasilkan penjualan atau minimal data calon pembeli.

Kalau iklan kamu "bakar duit", kemungkinan besar:

  • Targetingnya salah
  • Copywritingnya gak menarik
  • Offernya gak jelas
  • Landing pagenya berantakan

Bukan iklannya yang salah, tapi cara kita yang belum tepat.

Kapan Bisnis BELUM Perlu Iklan?

Jujur aja, ada beberapa kondisi bisnis yang memang belum siap untuk iklan.

Kalau dipaksain, ya ujung-ujungnya cuma buang-buang duit.

Bisnis yang belum siap iklan biasanya:

1. Produknya belum jelas

  • Apa sih manfaat utamanya?
  • Siapa target marketnya?
  • Apa USP (Unique Selling Point) yang bikin beda dari kompetitor?

Kalau 3 hal ini masih bingung, mending fokus dulu ke riset produk dan pasar.

2. Target market masih ngambang

Belum tahu sebenarnya yang butuh produk ini siapa.

Usia berapa? Pekerjaan apa? Masalah apa yang mereka hadapi? Di mana mereka ngumpul?

Kalau ini belum jelas, iklan kamu bakal nyasar kemana-mana.

3. Belum pernah closing sama sekali

Kalau belum pernah ada yang beli secara organik, bisa jadi ada masalah di produk, pricing, atau komunikasi value propositionnya.

Tapi tunggu dulu...

Nah, kalau tetap mau ngiklan di kondisi seperti ini sebenarnya bisa-bisa aja sih.

Karena dengan beriklan kita bisa dapat insight calon target market kita, siapa yang klik, siapa yang tertarik, kata-kata apa yang bikin mereka engage.

Tapi memang harus disesuaikan dengan budgetnya.

Anggap aja ini "biaya riset pasar" dengan budget kecil, misalnya 50-100ribu per hari untuk testing.

Kapan Bisnis SUDAH Perlu Iklan?

Kalau bisnis yang siap iklan itu biasanya:

1. Sudah ada pembeli organik

Artinya produk kamu sudah terbukti ada yang butuh dan mau bayar.

Tinggal diperbanyak aja reach-nya.

2. Sudah tahu pain point yang bikin orang beli

Kamu sudah paham kenapa orang beli produk kamu.

  • Apakah karena hemat waktu?
  • Solve masalah tertentu?

Ini penting banget buat bikin copywriting iklan yang sesuai dengan target market.

3. Sudah tahu chat mana yang closing

Kamu sudah punya data:

  • chat pembuka seperti apa yang bikin orang tertarik,
  • pertanyaan apa yang sering muncul,
  • objection apa yang sering keluar,
  • dan closing statement yang efektif.

Semua ini bisa kamu pakai di iklan.

Kenapa harus iklan kalau sudah ada pembeli organik?

Karena iklan ini berguna untuk mempercepat pertumbuhan bisnis kita.

Kalau organik dapat 5 pembeli per bulan, dengan iklan bisa dapat 50 atau bahkan 500 pembeli per bulan.

Semakin banyak yang kenal dengan produk kita dan beli, maka semakin banyak juga uang yang kita dapatkan.

Dan yang paling penting: kita gak bergantung sama algoritma yang berubah-ubah.

Karena pada akhirnya posting organik akan makin susah viralnya.

Reach organik juga makin kecil.

Platform lebih mengutamakan pengiklan.

Masalah Sebenarnya Bukan di Iklan

Kadang kita merasa takut rugi kalau ngiklan.

"Gimana kalau zonk?" "Gimana kalau gak balik modal?" "Gimana kalau gak ada yang beli?"

Padahal ya, iklan itu bisa membuka peluang produk kita lebih besar.

Dan yang namanya kerugian itu masih bisa dimitigasi dengan cara yang benar:

  • Mulai dari budget kecil dulu
  • Testing berbagai audience dan creative
  • Tracking semua metrik dengan detail
  • Optimasi berdasarkan data, bukan feeling

Tugas kita adalah gimana bisa membuat ide-ide marketing yang menarik dan membuat calon pembeli tertarik dengan produk kita.

Bukan cuma pasang iklan terus ditinggal tidur.

Iklan itu skill yang bisa dipelajari.

Makin sering praktek, makin jago.

Sama seperti bikin konten, awalnya juga susah kan?

Sekarang udah jadi makin lancar.

Jadi, Apakah Bisnis Harus Iklan?

Kalau saya sih percaya bisnis itu harus beriklan untuk tumbuh.

Kenapa?

Karena bisnis butuh mengakuisisi pembeli baru, dan itu butuh biaya.

Entah itu biaya waktu (untuk konten organik) atau biaya uang (untuk iklan berbayar).

Dan kalau mau jujur, waktu itu juga uang.

Mending spend 100ribu per hari untuk dapetin 10 pembeli baru, daripada spend 5 jam per hari bikin konten yang belum tentu viral dan belum tentu closing.

Dengan beriklan juga kita tidak perlu bergantung dengan algoritma yang berubah-ubah.

Hari ini reach bagus, besok tiba-tiba jeblok.

Kita bisa sesuaikan budget sesuai kemampuan kita masing-masing.

Gak harus langsung jutaan. Ratusan ribu dulu juga gak papa.

Selalu sediakan budget marketing untuk produk kita, paling gak 30%.

Yang penting: pelajari skill teknisnya.

Gimana Pendapatmu?

Setelah baca sampai sini, sekarang pertanyaannya:

  • Apakah bisnismu sudah beriklan?
  • Atau masih ragu-ragu untuk terjun ke iklan?
  • Kalau sudah pernah, pengalaman pertamanya gimana?