Tulisan ini adalah refleksi pribadi saya sendiri.
Sering kali, tanpa sadar, kita terlalu mudah menyalahkan hal-hal di luar diri kita:
- Menyalahkan market
- Menyalahkan algoritma
- Menyalahkan kondisi ekonomi
Dan akhirnya yang terjadi bukan solusi, tapi ini:
- Tidak ada perbaikan
- Tidak ada penyelesaian masalah
Yang ada hanya menyalahkan…
sambil berharap semuanya kembali normal dengan sendirinya.
Padahal, itu hampir mustahil terjadi.
Bahkan kadang kita lupa,
yang seharusnya kita evaluasi pertama kali adalah diri kita sendiri.
Mungkin kita memang masih:
- Kurang rajin
- Kurang banyak belajar
- Kurang banyak ngulik
- Kurang banyak relasi
Memang benar, tidak semua hal adalah kesalahan kita.
Tapi ketika kita mulai sadar diri,
di situlah kita mulai mengambil kendali
dan fokus pada apa yang masih bisa kita kerjakan.
Berhenti Menyalahkan
Daripada terus bertanya:
→ “Siapa penyebabnya?”
Lebih sehat kalau kita geser jadi:
→ “Apa yang masih bisa aku lakukan sekarang?”
Kita tidak bisa mengendalikan hal-hal di luar kendali kita.
Tapi kita selalu bisa mengendalikan respon kita terhadap apa yang terjadi.
Mulai fokus ke hal-hal yang bisa dievaluasi:
- Cara mengambil keputusan
- Cara berkomunikasi ke market
- Cara mengelola energi dan waktu
Contoh sederhana:
- Closing turun → cek cara follow up
- Ads makin mahal → cek offer dan angle iklan
Bukan menyalahkan.
Tapi memperbaiki.
Contoh lainnya:
Di luar kendali kita:
- Algoritma berubah
- Kompetitor makin banyak
- Kondisi ekonomi naik turun
Masih dalam kendali kita:
- Offer → apakah penawaran kita sudah cukup kuat?
- Copywriting → apakah ada yang perlu diperbaiki?
- Sistem follow up → apakah masih bisa dioptimalkan?
- Cara belajar & adaptasi → apakah ada ilmu baru yang perlu dipelajari?
Jangan sampai energi kita habis
untuk hal-hal yang memang tidak bisa diubah.
Lebih baik, fokus ke satu hal yang paling berdampak.
The One Thing
Definisi One Thing:
One Thing adalah satu tindakan yang jika diperbaiki, hal lain ikut terbantu.
Kesalahan yang sering terjadi:
- Terlalu banyak “to-do”
- Tidak ada prioritas
- Semua ingin dikerjakan sekaligus
Akhirnya bukan progres, tapi pusing sendiri.
Padahal, saat kita fokus ke satu hal saja,
hasilnya justru sering lebih terasa.
Contoh One Thing dalam bisnis online:
- Offer → berdampak ke ads, closing, dan konten
- Follow up → berdampak ke omzet tanpa harus nambah traffic
- Copywriting → berdampak ke semua channel
Pertanyaan kuncinya sederhana:
“Apa satu hal yang kalau aku fokuskan minggu ini, bisnis jadi lebih baik?”
Intinya
Tidak semua masalah lahir dari keputusan kita.
Tapi menunggu keadaan berubah dengan sendirinya
bukan bagian dari strategi.
Apa yang bukan salah kita
bukan berarti kita boleh berlepas tangan.
Tanggung jawab kita adalah
memilih One Thing yang masih bisa kita lakukan.
Saat kamu:
- Berhenti menyalahkan
- Fokus ke diri sendiri
- Mengerjakan hal yang bisa dikontrol
- Dan konsisten pada One Thing
Progres akan mulai terasa.
Sekarang pertanyaannya:
Apa satu hal yang akan kamu kerjakan hari ini?
Semoga bermanfaat.