Kalau Bisnis Bikin Overthinking

4 tips biar gak overthingking karena bisnis

Sering gak sih overthinking karena bisnis?

  • Tidur gak nyenyak
  • Makan gak nikmat
  • Hati gelisah

Bahkan katanya sih hidup bisnis owner itu lebih berat daripada karyawannya sendiri.

Karena bisnis owner harus mikirin bisnisnya 24 jam 😂

Jadi ini bisnis yang kerja buat kita,

atau kita yang kerja buat bisnisnya?

Oke, ini beberapa tips dari saya supaya gak mudah overthinking karena bisnis.

Jujur, kadang saya juga pusing kalau iklan tiba-tiba mahal, budget gak spent, atau kehabisan ide bikin iklan.

Nah, ini beberapa cara saya biar gak overthinking.

1. Nulis

Nulis itu bukan cuma buat bangun personal branding, cari audience, terus bisa dimonetisasi.

Nulis itu juga ada manfaatnya buat diri kita sendiri.

  • Kita bisa menyalurkan isi kepala
  • Menyalurkan perasaan dan emosi

Habis nulis biasanya jadi lebih lega.

Gak ada yang dipendam, gak pusing sama pikiran sendiri.

Kalau mau dipost silakan,

kalau enggak? Ya gak apa-apa.

Ada yang namanya metode Morning Pages yang sering dipakai sebagai teknik journaling harian.

Intinya, tiap pagi nulis apa aja pakai kertas dan pulpen, minimal 3 halaman.

Gak ada benar atau salah dalam tulisannya.

Ini murni metode buat ngeluarin unek-unek isi kepala.

2. Jalan kaki

Ini cara paling murah meriah biar gak overthinking.

Coba deh jalan kaki keliling komplek.

Biasanya kalau saya, sering dapet inspirasi dan ide-ide baru setelah banyak jalan kaki.

Selain sehat, manfaatnya juga banyak banget buat ngurangin stres dan overthinking.

Jalan kaki paling gak 5–10 menit.

Kalau ditanya,

“Mau ke mana?”

Bilang aja,

“Cari inspirasi 🤣”

3. Batasi sosial media

Di era banjir informasi kayak sekarang, salah satu penyebab pikiran penuh itu ya sosial media.

  • Informasi yang gak penting-penting amat
  • Gosip artis yang gak bantu bisnis kita
  • Berita negatif yang itu-itu aja

Kebanyakan doom scrolling akhirnya bikin kepala makin pusing.

Ini yang saya rasain sendiri.

Makanya saya kasih batasan harian buat sosial media.

Biasanya sampai Maghrib, setelah itu gak ada screen time lagi.

Mau HP atau laptop, semuanya saya matikan.

Malam jadi bisa fokus baca buku dan tidur juga gak keganggu.

Hasilnya?

Hari-hari jadi lebih tenang karena gak terpapar banyak informasi yang gak jelas.

Untuk sosial media sendiri, biasanya saya batasi sekitar 1 jam saja.

Selebihnya lebih sering buka YouTube buat belajar.

4. Belajar

Kadang overthinking muncul karena ada masalah yang belum bisa diselesaikan.

Kenapa gak bisa diselesaikan?

Karena gak tahu caranya.

Kalau udah mentok kayak gini, biasanya saya bakal scrolling Instagram buat cari kelas yang sesuai sama problem yang lagi dihadapi.

Contoh, punya masalah soal bikin konten—ya tinggal cari kelas bikin konten.

Tujuannya biar ikut kelas gak cuma ngawang-ngawang, tapi bisa langsung dipraktikkan.

Gimana cara pilih kelasnya?

Paling tidak, kelas yang dijual di sosial media itu ada dua tipe:

  1. Murah → ratusan ribu
  2. Mahal → jutaan

Tipsnya, kalau kelas murah dengan harga ratusan ribu, biasanya jangan terlalu banyak berharap.

Yang bagus banget ada, tapi yang biasa-biasa juga banyak.

Saya pribadi lebih fokus bangun relasi dari kelas tipe ini.

Kalau kelas tipe mahal, biasanya saya ambil saat ada masalah skill spesifik yang harus kelar saat itu juga.

Baru deh beli kelas private atau workshop yang sesuai dengan problemnya, supaya masalahnya langsung selesai dan gak berlarut-larut jadi overthinking.

Tapi tentu tetap harus disesuaikan dengan budget.

Ya, memang seorang bisnis owner itu pasti sering overthinking.

Karena ada banyak hal yang harus dipikirkan.

Tinggal gimana cara menyikapinya.

Semoga tips ini bermanfaat 🔥