40? Jangan Tunggu Pensiun Baru Nyesel!

Umur 40. Gaji 3 Jutaan. Terus? Bukan soal menyerah sama kenyataan. Tapi soal apa yang masih bisa kita lakukan — mulai sekarang, tanpa harus resign dulu.

Udah ada yang sampai di Umur 40 di sini?

Sambil macet-macetan pulang kerja...
Tiba-tiba mikir soal karir. Keluarga. Anak.
Dan masa pensiun yang makin dekat — tapi tabungan masih segitu-segitu aja.

Ngeri?
Iya. Gw ngerti.

Udah masuk ke fase bapak-bapak. Atau orang tua2 kita dulu.

Udah mulai mikirin, karir kita segini-segini aja ya?
Jabatan gak ada.
Kantor juga bukan kantor gede.
Gaji? Berapa % sih diantara kita yang umur 40 gajinya 2 digit?

Realitanya :
"Rata-rata gaji pekerja usia 40-44 tahun di Indonesia mencapai Rp3,78 juta per bulan, tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya menurut data BPS 2026. Khusus di DKI Jakarta, rata-rata upah karyawan jauh lebih tinggi, mencapai Rp5,81 juta per bulan pada akhir 2025. Angka ini mencerminkan puncak produktivitas dengan upah tertinggi."

Buat yang sudah punya keluarga plus punya anak 2, gimana matematika untuk kehidupannya yah?

Pensiun? Wah berat mikirnya. Keluar nih keringat dingin di tangan.

Gw gak berusaha untuk menghapus kenyataan kalau rezeki itu di tangan Allah. Ya, kita tahu Allah menjamin Rezeki kita. Seperti yang dicantumkan di Quran.

"Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (QS. Adz Dzariyat: 58).

"Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya" (QS. Huud: 6)

"Dan tidak ada sesuatupun melainkan pada sisi Kami-lah simpanannya; dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu." (QS. Al Hijr: 21).

Dan Rasulullah ﷺ juga sudah infokan bagaimana cara rezeki itu bekerja dan tidak akan pernah tertukar.

"Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi." (HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash)

"Wahai manusia bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, karena tidaklah suatu jiwa akan mati hingga terpenuhi rezekinya, walau lambat rezeki tersebut sampai kepadanya, maka bertakwalah kepada Allah dan pilihlah cara yang baik dalam mencari rezeki, ambillah rezeki yang halal dan tinggalkanlah rezeki yang haram" (HR. Ibnu Majah, dan Syaikh Al-Albani menshahihkannya)

Gw cuma mau ngajak untuk ngontrol sesuatu yang bisa kita kontrol. Action kita.

Gw mau ngajak untuk mencari jalur potensi pemasukan yang lain, tanpa harus resign dulu. Dan gw ngomong ini bukan dari langit.

Dulu juga ada yang bilang ke gw :
"Kalau udah umur 36 jangan resign. Susah dapat kerjaan."

Gw sekarang di 40.
Udah pindah perusahaan 2x.
Sempat diminta bantu bizdev di kantor temen.
Bantu project Annual Report 3 bulan yang lalu.

Bukan karena gw luar biasa.
Tapi karena gw gak berhenti bangun kapasitas diri.

Sambil tetap kerja.
Sambil dapur masih aman.

Karena gw percaya satu hal :
Mimpi gak butuh resignation letter.
Mimpi butuh progress yang konsisten, sambil dapur lu masih aman secara finansial.

Salah satu cara itu? Yaitu Ngonten!

Ngonten? Kayak di Tiktok atau IG gitu?
Bikin tips atau kayak Joget2 gitu?

No, BUKAN!

Gw mau ngajak ngonten tapi bukan yang begitu.

Yang mau gw ajak adalah Ngonten tapi sesuai dgn kapasitas yang kita miliki aja sekarang ini.

TAPI GW GAPTEK?!

Sosial Media sekarang udah bisa dipelajari. Effort aja untuk lihat tutorial di Youtube. Atau kalau punya anak, ya minta ajari sama mereka. Jangan Gengsi.

Inget lho, kita ngonten ini tujuannya juga buat mereka. Gak perlu malu untuk cari duit. Yang penting Halal.

APA YANG HARUS GW KONTENIN?

Look. Konten itu gak harus cari dari luar. Lu juga bisa cari dari dalam diri lu sendiri.

Lu punya experience dari belasan/puluhan tahun pekerjaan dan hidup lu.
Lu punya expertise yang sudah lu jalani puluhan tahun.
Lu punya hobi jg kan? Bisa dibahas itu juga.

Gw sebut istilah ini sebagai 3E. Expertise. Experience dan Excitement.

3 hal ini bisa banget untuk jadi bahan konten lu. Jadi lu gak perlu sibuk cari-cari bahan konten dari luar sana untuk diadaptasi.

Dan dari expertise lu aja sekarang jadi duit kan? Jadi gaji kan?

Bukan gak mungkin kalau itu disebar di sosmed jadi duit lagi, bener gak?

Justin Welsh bilang:
"Your expertise isn't common knowledge. It has immense value on the open market. Stop assuming everyone knows what you know — and start sharing it."

Udah mulai kebayang yah?

GW GAK TERLAMBAT?

Lu gak terlambat, BENERAN! Berapapun usia lu.

Justin Welsh juga nulis:
"In your 20s, experiment. In your 30s, build. In your 40s, own."

Lu gak telat.
Lu justru lagi masuk ke fase yang paling kuat.

Platform Digital gak mandang umur. Era Digital Economics membuka kran kesempatan yang memaksimalkan potensi individu (independen).

Lu punya leverage. Apa itu Leverage? Pengaruh atau kekuatan yang digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Apa leverage yang kita punya? Pengalaman.

Kita bisa kemas pengalaman selama 20 tahun kita menjadi konten yang bernilai buat orang lain atau dalam hal ini followers. Dan kalau dari konten-konten kita ternyata bisa bikin pengaruh positif buat followers kita? Waw…Dampaknya luar biasa banget.

Dan siapapun yang memiliki dampak baik terhadap transformasi hidup orang lain, dia pemenangnya.

Dan di Era Digital Economics, boleh memiliki banyak Juara.

Jadi Umur 40 bukan sebuah keterlambatan. Bahkan lu punya sesuatu yang tidak dimiliki umur 30 atau 20an.

SO WHATS NEXT?

Ngonten!

Dalam 30 hari ke depan coba Ngonten!

Tulis aja semua yang terkait expertise, experience dan excitement yang sudah ada dalam diri lu. Post di IG, Linkedin atau Platform THREADS yang jadi fokus platform gw saat ini.

Buat saja format begini :

Minggu 1 : Bahas tentang cerita kegagalan, tips dan manajemen waktu dalam karir lu
Minggu 2 : Bahas tips karir, apa fokus self-development yang sudah atau harusnya lu ambil
Minggu 3 : Bahas excitement, hobi atau interest yang lu suka banget.
Minggu 4 : Promosikan Expertise lu.

Gak ada ruginya Kok. Lu cuma modal waktu dan effort doang.

Tapi impactnya?

Lu ngebangun personal branding dari detik ini. Yang insyaallah dituai dalam 6-12 bulan ke depan.
Lu memperluas kesempatan untuk diri lu sendiri untuk dikenal.
Lu ngebangun potensi pemasukan pada saat lu mulai menjual expertise lu sendiri.

Hal ini lebih baik daripada di tahun-tahun selanjutnya masih berkutat dengan penyesalan disertai dengan menggerutu di Grup WA. Atau bahkan marah2 dan sensi gak jelas ke tim sendiri yang mereka gak ada sangkut pautnya nasib kita sama mereka.

Masih Ragu Bisa?

Joshua Lindsey-Harrison, seorang profesional yang bangun bisnis konten sambil kerja full-time dan punya 2 anak, berkata:

"You don't need to wake up at 5 AM. You don't need 4-hour deep work blocks. You need a system that works when you're exhausted after work, the kids just went to sleep, and you have 15 minutes of energy left."

"176 to 21,918 followers. $0 to $3,000/month. Working full-time. Two kids. Built in the margins."

Bukan soal punya banyak waktu luang.
Bukan soal kondisi yang sempurna.
Ini soal konsistensi di celah-celah waktu yang ada.

Btw kalau lu mau insight lebih dalam soal ngonten untuk monetize lu bisa baca di "RISE TO MONETIZE"

Gw bahas tentang gimana optimalisasi internal kita untuk monetisasi di konten.

Cek di link ini :
https://ahmadbjoe.myr.id/catalog/rise-to-monetize
Pakai Kode Voucher MTZ26
Limited untuk 50 orang (Sisa 35 lagi)

Yuk, mulai!
See You at Top!