OUT OF THE (ZOMBIE) BOX

Daripada udah diumur 60 Nyesel!

OUT OF THE (ZOMBIE) BOX ”Sering sekali saya dapat cerita dari kenalan saya, terutama yang sudah berusia lanjut sekitar 60. Mereka banyak menyesal kenapa tidak melakukan hal-hal yang disenanginya dan ingin dikerjakannya sejak dulu. Jadi penting sekali untuk sadar diri agar lepas dari generasi zombie,” Andriy Hadanata (Generasi Zombie)

Gak sadar ya sudah jadi Zombie?

Kerja dari pagi sampai sore. Pulang. Nonton. Makan. Tidur. Begitu terus selama tahunan.

Weekend? Sama saja. Tidur. Main Game. Nongkrong. Cari pelarian. Rutinitas “boring” yang dijadikan tameng atas nama memenuhi kebutuhan hidup. yang bonusnya : Hidupnya sudah tanpa gairah.

Gak berani ngejer mimpi. Merasa terlalu tua.

Akhirnya? Umur 60 menyesal karena tidak pernah tahu potensi terbaik dari dirinya sendiri.

Seperti ucapan Andriy Hadinata diatas dalam artikel Kompas.id "Kalau di film, zombie itu sudah mati. Tapi masih seperti hidup. Sedangkan zombie di dunia nyata, mereka hidup. tapi hidupnya tidak mindfulness."

Problem besarnya : Kita bukan tidak mau memiliki hidup impian kita. Kita cuma terlatih untuk takut GAGAL.

Ini bukan soal mampu atau tidak mampu (of course, I believe you are capable) Kita berasumsi ditertawakan! sama keluarga, teman, teman kantor dsb.

Mematok finish line yang BESSUAAAR, tanpa mengatasi gap-nya, cuma bikin malas berproses. Lalu, timbul pengabaian. Putus asa. Rendah diri. Dan bahayanya, hasad.

Terhadap orang terdekat yang mencapai goals mereka. But that’s how our brain works. Mekanisme bertahan hidup otak kita.

Ketika kita sudah tidak merasakan progress (small wins), otak kita akan menganggapnya sebagai sebuah setback (kemunduran).

Dan efeknya ketika berlarut-larut, problemnya bukan lagi demotivasi, tapi apatis. “Gw gak mau lagi menjalani hidup sebagai ZOMBIE!” Mudah.

Ijinkan gw menyampaikan 3 hal ini :

Tulis hal baru yang mau dicoba.
Gak usah besar. Cukup 1 hal kecil untuk seminggu ke depan :
Contoh : Namatin Game, Main Bulutangkis, ngegym, Padel. Apapun, tapi simpel.

Jangan remehkan menulis, mungkin sepele tapi ini manifesto psikologis lho.

Mungkin pernah denger hadits, “Ikatlah ilmu dgn tulisan”. Plan. Tentuin tempat, waktu, biaya dan alokasi belajarnya.

2 Video Youtube/Artikel pun cukup.
Cukup untuk atur 3 tahap : ideation, riset lalu praktek.
Action Langsung mulai.

Tapi disini bedanya. Setiap melampaui satu progress (atau lu bisa setup jadi beberapa) RAYAKAN.

Apa yang dirayakan? Progressnya! Ini yang mau kita sentuh. Kita mau patahkan mental block yang selama ini ada dengan mengaktifkan trigger small wins.

Ini adalah proses sederhana yang kita rancang sendiri untuk ngasih tahu ke diri kita sendiri, GW BISA LHO!

Profesor Teresa Amabile dan Steven Kramer dari Harvard Business School menyebutnya The Progress Principle (Prinsip Kemajuan).
Dalam studi mereka terhadap 12.000 entri harian, mereka menemukan: satu-satunya hal paling kuat yang memengaruhi motivasi adalah membuat kemajuan dalam pekerjaan yang berarti.

Patahkan jiwa apatis kita dengan metode small wins. Ini adalah sistem yang menjawab keberatan paling umum Anda: "Mimpi saya terlalu besar," "Saya tidak punya waktu," atau "Saya tidak tahu harus mulai dari mana."

Sistem ini bekerja karena didukung sains di tingkat neurologis: Dopamine Release: Setiap kali Anda menyelesaikan Small Win (sekecil apa pun, seperti membuat outline ini), otak Anda melepaskan Dopamin.

Ini adalah zat kimia penghargaan yang meningkatkan fokus dan memelihara motivasi intrinsik untuk tugas berikutnya. Otak Anda mulai menyukai prosesnya.

Momentum Effect: Kemenangan-kemenangan kecil yang berturut-turut menciptakan modal psikologis yang terakumulasi.

Riset menunjukkan bahwa orang yang melacak kemajuan harian 31% lebih produktif. Identity Shift: Small Wins membantu mendefinisikan ulang siapa diri Anda.

Daripada berkata "Saya ingin sehat," tindakan konsisten berjalan 10 menit (small win) mengubahnya menjadi "Saya adalah orang yang aktif dan sehat."

Ini adalah penawar terbaik untuk Rendah Diri dan Hasad.

Small steps → Small wins → Big impact.

Pelan - pelan gairah hidupmu akan tumbuh lagi.

Hidup rasanya excited lagi. Ada motivasi yang merangkak naik. Pelan - pelan keluar dari zona ZOMBIE.

Untuk punya hidup yang mindfulness juga gak harus sampai keluar dari pekerjaan yang jadi penghidupan kita.

Trust the process. Endure it. You’ll love it.

Dan yang terpenting, lu menang dari diri lu yang lama.

Jadi… Ambil kertas. Tulis, Plan dan Action!

Selamat mengalahkan diri sendiri!