Part #0 Belajar Make Money Online - Bagaimana Mengubah Informasi jadi Uang?

Langkah actionable mengkonversi informasi menjadi uang.

Artikel ini merupakan pembuka untuk seri Make Money Online. Pada bagian ini, saya akan membahas teori dasar tentang bagaimana cara menghasilkan uang melalui internet. Setelah memahami konsep dasarnya, pada bagian-bagian berikutnya kita akan melihat contoh dan cara praktis yang bisa diterapkan.

Seri ini akan dibagi menjadi beberapa bagian:

Sekarang mari kita mulai.

. . . .

Nilai dari sebuah informasi.

Salah satu film yang aku tunggu-tunggu adalah Pirates of the Caribbean. Film ini mengajak kita merasakan suasana laut, angin, suara ombak, dan kicauan burung-burung. Namun, pelajaran paling relevan dengan topik pembahasan kita dalam tulisan ini adalah betapa pentingnya sebuah informasi, seperti halnya peta.

Di film ini, mereka memperebutkan peta yang bukan sekadar penunjuk arah, tetapi menjadi kunci menuju dunia kematian, rahasia abadi, dan bahkan kekuasaan. Peta itu begitu berharga karena hanya sedikit yang bisa memahaminya, dan siapa pun yang berhasil menguasainya bisa mengubah nasib banyak orang. Ini mengingatkan kita bahwa di masa lalu, informasi langka seperti peta bisa menentukan hidup dan mati.

Informasi bukan barang langka, tapi …….

Di era sekarang, informasi begitu terbuka, kita bahkan punya ChatGPT yang bisa ditanya apa saja. Tapi menurutku, yang membedakan bukan lagi soal akses terhadap informasi, melainkan bagaimana kita memperlakukannya. Hari ini, semangat kita bukan lagi untuk menindaklanjuti informasi, melainkan menafsirkannya terus-menerus, haus akan penjelasan yang tak ada habisnya. Sudah dapat insight bagus, sudah dapat momen “aha” dari sebuah informasi, tapi kita balah buka tab browser lain untuk mendalaminya. Akibatnya, kita mudah tenggelam dalam lautan informasi, kehilangan fokus, dan lupa bahwa nilai sejati dari informasi terletak pada tindakan.

Padahal “action” lah yang akan mengungkapkan informasi selanjutnya— sebuah informasi yang benar-benar kita butuhkan.

Caramu memperlakukan informasi— akan menentukan pendapatan mu.

Satu-satunya kebiasaan yang akan membuat mu bisa menghasilkan uang adalah tentang gmana kamu memperlakukan informasi. Baru-baru ini Jay Yang dalam tulisannya menjelaskan tentang ini dengan sangat baik, ia menjelaskan bagaimana respon atau “inisiatif” karyawan terhadap informasi dapat menentukan jumlah gaji mereka.

Tulisan Jay Yang ini sebenarnya bukan barang baru buatku, karna tahun lalu aku udah menemukan artikel yang membahas topik yg sama di ini. Artikel ini lebih spesifik lagi memaparkan level-level bagaimana seseorang menindaklanjuti sebuah informasi/masalah.

Level 1: adalah saat Anda memberi tahu bahwa ada informasi/masalah.

Level 2: Anda memberi tahu bahwa Anda telah menemukan masalah dan menyelidiki beberapa penyebabnya.

Level 3: Anda berkata “Inilah masalahnya, ini beberapa kemungkinan penyebabnya, dan ini beberapa kemungkinan solusinya. ”

Level 4: adalah: “Inilah masalahnya, ini yang menurut saya menyebabkannya, ini beberapa kemungkinan solusinya, dan ini solusi yang menurut saya harus kita pilih.”

Level 5: "Saya mengidentifikasi masalah, mencari tahu penyebabnya, meneliti cara memperbaikinya, dan saya berhasil. Saya hanya ingin memberi Anda informasi terbaru."

https://medium.com/helpful-com/how-to-be-an-effective-early-stage-employee-hint-be-helpful-e681b456a01f

Lihatlah bagaimana dilevel 5, informasi berubah menjadi sesuatu yang berharga.

Dalam Kasus Make-Money-Online.

Apakah kamu kreator yang udah beli ebook, udah ngikutin course, udah baca sana-sini? Tapi belum menghasilkan satu rupiah pun? Jangan-jangan masalah mu persis seperti pembahasan kita ini.

Ubah mindsetmu dari menafsir informasimenjadi menindaklanjuti informasi.

Yg sering kita lakukan:

Level 1: Ketemua moment “aha” dari informasi
Level 2: Bookmark
Level 3: Baca
Level 4: Cari referensi lain untuk memperkaya.
Level 5: capek, habis waktu. akhirnya kamu istirahat dan besok kamu malah melupakan.

Saat kamu melihat informasi yang sama nanti, rasanya sudah biasa aja. Kamu akan berpikir, "Oh iya, ini mah aku udah tahu," padahal belum pernah kamu olah atau aplikasikan.

Apa yang terjadi?
Otakmu mengira itu sudah “selesai”, padahal belum ada tindakan nyata.

Akibatnya:
Otakmu justru mendorongmu untuk cari ide baru lainnya, sesuatu yang lebih segar, lebih menarik. Ini permainan dopamin.

Yang seharusnya kita lakukan:

Level 1: Ketemu moment “aha” dari informasi
Level 2: Moment “aha” masih menyala, saat yang bagus untuk action.

Jadi, ketika kamu menemukan momen ‘aha’ dari informasi atau ide tertentu. Responlah ide itu lebih serius, bukan dengan memahami seluas-luasnya, tapi dengan “action”.