
Syaikh Dr. Shalih Ibn Abdillah Ibn Hamid Al ‘Ushaimi Hafidzhahullāh didalam muqaddimah kitab beliau Khulashah Ta’dzimil ‘Ilmi, bahwa banyak sedikitnya ilmu seseorang adalah sesuai dengan pengagungan dia terhadap ilmu itu sendiri.
Kemudian beliau menyebutkan 20 perkara yang merupakan bentuk pengagungan terhadap ilmu:
- Membersihkan Tempat Ilmu Yaitu Hati : hal yang mengotori hati dan menjadikan ilmu sulit masuk adalah kotoran syahwat dan kotoran syubhat.
- Mengikhlaskan Niat : mengikhlaskan niat karena Allāh ﷻ, niat yang ikhlas didalam mencari ilmu adalah apabila niatnya : (mengangkat kebodohan dari diri sendiri dan orang lain, menghidupkan ilmu dan menjaganya supaya tidak punah, mengamalkan ilmu).
- Mengumpulkan Tekad Untuk Menuntutnya, Meminta Pertolongan Kepada Allāh ﷻ Dan Tidak Merasal Lemah.
- Memusatkan Semangat Untuk Mempelajari Al-Quran dan Al-Hadits, karena inilah asal dari ilmu itu sendiri.
- Menempuh Jalan Yang Benar Di Dalam Menuntut Ilmu Agama. Cara yang benar didalam mempelajari suatu cabang ilmu : dengan menghafal sebuah matan kitab yang menyeluruh dan dia mengumpulkan perkara perkara yang rajih (yang dikuatkan) menurut para ulama dibidang tersebut, mempelajari ilmu tersebut dari seorang yang ahli yang bisa dijadikan teladan dan dia mampu mengajar.
- Mendahulukan Ilmu Yang Paling Penting, Kemudian Yang Setelahnya dan Setelahnya. Prioritas.
- Bersegera Untuk Mendapatkan Ilmu Dan Memanfaatkan Waktu Muda.
- Pelan-pelan Di Dalam Menuntut Ilmu.
- Sabar dalam menuntut ilmu dan menyampaikan ilmu.
- Memperhatikan adab-adab ilmu.
- Menjaga ilmu dari apa yang menjelekkannya.
- Memilih teman yang shalih.
- Berusaha Keras Menghapal ilmu bermudzakarah dan bertanya.
- Menghormati Ahli Ilmu. Disana ada 6 perkara yang harus dia jaga apabila melihat kesalahan seorang guru:
1. Meneliti terlebih dahulu apakah benar kesalahan tersebut keluar dari seorang guru
2. Meneliti apakah itu sebuah kesalahan (dan ini tugas ahlul ilmu)
3. Tidak mengikuti kesalahan tersebut
4. Memberikan udzur kepada sang guru dengan alasan yang benar
5. Memberikan nasihat dengan lembut dan rahasia
6. Menjaga kehormatan seorang guru dihadapan kaum muslimin yang lain - Mengembalikan Sebuah Permasalahan Kepada Ahlinya.
- Menghormati Majelis Ilmu dan kitab.
- Membela Ilmu Dan Menolongnya.
- Berhati-hati Dalam Bertanya Kepada Para Ulama. Seorang penuntut ilmu hendaknya memperhatikan 4 perkara didalam bertanya:
1. Bertanya untuk belajar, bukan ingin mengeyel, karena orang yang niatnya tidak baik didalam bertanya akan dijauhkan dari berkah ilmu itu sendiri.
2. Bertanya tentang sesuatu yang bermanfa’at.
3. Melihat keadaan gurunya, tidak bertanya kepada sang guru apabila guru dalam keadaan tidak kondusif untuk menjawab pertanyaan.
4. Memperbaiki cara bertanya seperti menggunakan kata-kata yang baik, mendo’akan untuk sang guru sebelum bertanya, menggunakan panggilan penghormatan, dan lain-lain. - Cinta Yang Sangat Kepada Ilmu.
- Menjaga Waktu di Dalam Ilmu.
Kesimpulan dari materi ini adalah bahwa tingkat perolehan dan keberkahan ilmu seseorang sangat ditentukan oleh sejauh mana ia mengagungkan ilmu itu sendiri. Pengagungan tersebut harus diwujudkan secara menyeluruh, mulai dari menyucikan hati, meluruskan niat, membulatkan tekad, merujuk pada sumber yang sahih (Al-Qur’an dan Hadits), mengikuti metode belajar yang benar, menetapkan prioritas, hingga bersegera memanfaatkan masa muda. Selain itu, seorang penuntut ilmu juga harus berproses secara bertahap, memiliki sifat sabar, menjaga adab serta marwah ilmu, memilih teman yang baik, aktif mudzakarah, menghormati guru serta mengembalikan urusan kepada ahlinya, memuliakan majelis, melakukan pembelaan terhadap ilmu, berhati-hati saat bertanya, serta menanamkan rasa cinta dan disiplin dalam menjaga waktu.
Sumber : https://ilmiyyah.com/halaqah-silsilah-ilmiyah/pengagungan-terhadap-ilmu