"Kapan ya bisa dapat duit banyak dari nulis?"
"Gimana ya aku bisa dapat cuan banyak dari affiliate?"
"Udah bikin konten bagus, tapi kok views gini-gini aja?"
Saya menemukan keluhan yang mirip-mirip seperti di atas ketika sedang asyik membuka medsos.
Mengeluh tentunya adalah hal yang wajar, apalagi kalau kita sudah investasi waktu dan uang untuk menekuni hal yang ingin dimonetisasi. Ketika sudah berminggu-minggu belajar, lalu mempublikasikannya di medsos, dan hasil masih kecil, wajar kalau keluhan yang terucap.
"Bangun personal branding yang kuat!" Itu kata para mentor atau kreator yang sudah sukses duluan.
Banyak yang mengira kalau konten viral itu tanda menguatnya personal branding. Namun, sudahkah orang lain mention namamu ketika mereka melihat atau membaca sebuah konten relate dengan konten medsosmu?
Ketika ada pengumuman loker penerjemah Jepang di sebuah penerbit, ada kawan penulis yang mention akun saya di Instagram. Saat ada pengumuman lomba menulis novel, banyak kawan penulis lain yang juga mencolek.
Padahal, konten utama saya soal tulis-menulis, tapi kenapa ada saja yang mengingat saya sebagai penerjemah Jepang?
Alasannya, karena saya memang menampilkan citra seorang Wordholic. Pecandu kata dan bahasa yang suka nulis novel dan rajin ikut lomba, kadang sharing di Story soal bahasa Jepang, dan menyukai banyak hal terkait dengan literasi.
Branding masa depan itu ada pada pola yang perlahan.
Kalau kamu ingin cepat naik views dan algoritmamu konsisten menjaring audiens, pelajarilah Ads. Utak-atik caramu membuat konten tanpa berhenti berbagi.
Meski angka algoritma akunmu kecil, tetapi ketika kamu terus menyebarkan cerita yang berpola, maka perlahan kamu menanam benih di benak orang. Satu orang yang rajin melihat kontenmu, bisa menjadi satu fans setia yang menyebarkan pesanmu.
Cepat naik, cepat hilang.
Perlahan, kecil dan terus bertumbuh satu senti, mengakar.
Mari berdiskusi lebih banyak di forum telegram ini. https://s.id/branding-tele
